Sejarah Desa

1. Sejarah Desa

Bali pada zaman dahulu dikuasai oleh Raja Klungkung. Sebagai penguasa Raja sering mengunjungi daerah Buhundalem dan Julah tentu saja daerah ini belum bernama Bondalem. Karena seringnya Raja berkunjung ke daerah ini maka Raja sampai mempunyai tempat peristirahatan yang sekarang dikenal dengan dengan nama Pura Jero Dalem. Dilihat dari kata Jero diperkirakan bahwa Jero Dalem merupakan bukan merupakan tempat tinggal raja yang tetap, mungkin ditempati oleh bawahan raja (parekan). Karena tempat tinggal Raja disebut Puri. Kemudian kata buhundalem dipecah menjadi buhun sama dengan Bun yang artinya semacam tumbuhan yang merambat. Sedangkan Dalem adalah gelar atau nama raja-raja di Bali. Sehingga kata Buhundalem berarti tumbuhan-tumbuhan yang merambat yang dimiliki oleh raja. Hal ini dihubungkan dengan istilah”Kebondalem” yang sering juga disebut orang untuk menyebut Desa Bondalem. Dengan demikian arti lengkapnya adalah suatu daerah yang dugunakan kebun-kebun  untuk menanam sejenis tumbuh-tumbuhan perambat oleh raja Dalem. Dengan kata lain Raja Dalem mempunyai kebun yang penuh dengan tanaman yang merambat.

 

Lama kelamaan entah karena apa terjadi ucapan dari Buhundalem menjadi Bondalem. Kami duga perubahan ini adalah alasan praktis saja, sebab pengucapan Buhundalem lebih sulit dari mengucapkan Bondalem. Sehingga Buhundalem....Buhundalem....Buhundalem menjadi Bondalem.

LAMBANG DAN LOGO

<!--[if !supportLists]-->1.              <!--[endif]--><!--[if gte vml 1]> <!--[endif]-->Segi Lima : Pancasila

  1. Dasar Merah Putih : Bendera Merah Putih (Berani atas dasar kebenaran)
  2. Tugu Pahlawan : Desa Bondalem merupakan basis perjuangan dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan  Republik Indonesia 17 Agustus 1945
  1. Teras atas empat tingkat
  2. Bambu ada lima batang

Merupakan nilai-nilai perjuangan 45 dan semangat 45

<!--[if !supportLists]-->Ø  <!--[endif]-->Bambu adalah alat atau senjata para pemuda dalam mempertahankan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

<!--[if !supportLists]-->Ø  <!--[endif]-->Bambu berwarna kuning melambangkan perjuangan para pemuda adalah suci, tulus iklas dan tanpa pamrih.

4. Padi Kapas : mendambakan dan bercita-cita mewujukkan suatu masyarakat adil dan makmur dalam melanjutkancita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945

a.       Padi da 17 butir

b.      Kapas ada 8 kembang

5.    Ikatan Pada Padi dan Kapas : ada tiga sampul ikatan yang melambangkan masyarakat yang selalu berpegang teguh pada pahan Tri Hita Karanadalam aspek kehidupan.

6.    Dharma Krya Jagat Hita : Semboyan yang berarti dengan usaha selalu berlandaskan kebenaran atau Dharma, menuju kesejahtraan dan kedamaian dunia

Bondalem : Desa Bondalem yang selalu berusaha dan mengamalkan Pancasila dan nilai-nilai luhur Budaya Nasional.