MENELUSURI BLAYAG BONDALEM, KULINER YANG LAHIR DARI TRADISI
06 Agustus 2026 13:46:16 WITA
Tradisi menghaturkan blayag pada saat ngelebarang (penyineban) piodalan merupakan salah satu warisan budaya yang masih lestari di Desa Adat Bondalem, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Tradisi ini bukan sekadar menghadirkan hidangan khas dalam rangkaian upacara keagamaan, tetapi juga menjadi simbol rasa syukur masyarakat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa atas hasil bumi yang telah dianugerahkan. Sebagai masyarakat yang memiliki akar kehidupan agraris, warga Bondalem memaknai blayag sebagai persembahan yang mencerminkan penghormatan terhadap alam beserta segala sumber kehidupan yang menopang keberlangsungan masyarakat. Tradisi ini juga merupakan bagian dari pelaksanaan konsep Cakra Yadnya yang menekankan keseimbangan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam semesta.
Blayag yang dihaturkan dalam upacara terbuat dari beras yang dibungkus menggunakan daun aren atau janur, kemudian direbus hingga matang. Dalam tradisi masyarakat Bali, khususnya di Desa Adat Bondalem, blayag memiliki keterkaitan erat dengan ritual agraris yang diwariskan secara turun-temurun. Penggunaan beras sebagai bahan utama melambangkan hasil pertanian yang menjadi sumber kehidupan masyarakat, sedangkan persembahan blayag merupakan bentuk penghormatan kepada Dewi Sri sebagai simbol kesuburan, kemakmuran, dan pelindung tanaman padi. Dengan demikian, tradisi menghaturkan blayag menjadi ungkapan rasa syukur sekaligus doa agar hasil pertanian tetap melimpah dan kehidupan masyarakat senantiasa diberikan kesejahteraan.
Selain memiliki makna religius, blayag juga mengandung nilai filosofis yang mencerminkan persatuan dan kebersamaan. Bentuk blayag yang melingkar serta diikat dengan kuat melambangkan eratnya ikatan persaudaraan di antara krama Desa Adat Bondalem. Setelah selesai dihaturkan sebagai bagian dari banten, blayag kemudian dilungsur dan disantap bersama dalam tradisi yang dikenal sebagai mlayagin. Kegiatan makan bersama ini bukan sekadar menikmati hidangan, melainkan menjadi media untuk mempererat hubungan sosial, memperkuat rasa kekeluargaan, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga keharmonisan kehidupan adat di Desa Bondalem.
Keunikan tradisi menghaturkan blayag di Desa Adat Bondalem juga tercermin pada cara penyajian kuliner blayag yang menjadi ciri khas masyarakat setempat. Berbeda dengan daerah lain, blayag Bondalem disajikan menggunakan bumbu rempah khas Bali atau base genep yang dipadukan dengan kuah nyat-nyat, sehingga menghasilkan cita rasa yang khas dan diwariskan secara turun-temurun. Kehadiran blayag dalam setiap penyineban piodalan tidak hanya memperkuat makna spiritual dalam pelaksanaan upacara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menjaga identitas budaya lokal. Melalui tradisi ini, masyarakat Desa Adat Bondalem terus merawat warisan leluhur sekaligus mewariskan nilai-nilai religius, kebersamaan, dan kearifan lokal kepada generasi berikutnya.
Formulir Penulisan Komentar
Layanan Mandiri
Silakan datang / hubungi perangkat Desa untuk mendapatkan kode PIN Anda.
Masukkan NIK dan PIN!
Statistik Kunjungan
| Hari ini | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Kemarin | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
| Jumlah Pengunjung | ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() ![]() |
- MENELUSURI BLAYAG BONDALEM, KULINER YANG LAHIR DARI TRADISI
- MENGENAL DODOL POSE, JAJANAN TRADISIONAL KHAS DESA BONDALEM
- DARI NIRA KELAPA MENJADI GULA BALI, POTENSI UMKM DESA BONDALEM
- MENELUSURI BLAYAG BONDALEM, KULINER YANG LAHIR DARI TRADISI
- MENGENAL DODOL POSE, JAJANAN TRADISIONAL KHAS DESA BONDALEM
- DARI NIRA KELAPA MENJADI GULA BALI, POTENSI UMKM DESA BONDALEM
- MENELUSURI BLAYAG BONDALEM, KULINER YANG LAHIR DARI TRADISI
.jpeg)
.jpeg)













